Tuesday, November 29, 2011

Nasehat Untuk Remaja

Firman Allah dalam surat 5/90 berbunyi : ‘ Yaa ayyuhal lazdiina amanuu innamal khamru wal misiru wal anshaabu wal azlaamu rijsun min ‘amalisy syaithaani faj tanibuuhu la’allakum tuflihuun”. Artinya :” wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala dan undian itu adalah keji dari perbuatan setan, maka tinggalkanlah semuanya, agar kamu beruntung. Apakah yang dimaksud dengan khamar? Rasulullah SAW bersabda : “ Alaa fakullu muskirrin khamrun wa kullu khamrin haraamun Rawaahu Ahmad wa Abuu Ya’laa ”. Artinya :” Ketahuilah setiap yang memabukkan itu adalah khamar dan setiap khamar hukumnya haram “. HR Ahmad dan Abu Ya’laa. Rasulullah SAW melarang sesuatu yang memabukkan dan melemahkan badan. HR Abu Daud. Bila seseorang sering mabuk, ini akan merusak seluruh organ tubuh , dan dia tidak bisa lagi berfikir jernih.



Firman Allah dalam surat 2/219 yang berbunyi :”Yasaluunaka ‘anil khamri wal maisiri ,Qul fii himaa itsmun kabiir wa manaafi’u linnaasi wa itsmuhumaa akbaru min naf’ihimaa “. Artinya “Mereka akan bertanya kepadamu tentang khamar dan maisir, katakanlah pada keduanya itu ada dosa besar dan bermanfa’at untuk manusia, sedangkan dosanya lebih besar dari manfaatnya. Faedahnya ada, yaitu untuk obat penenang bagi orang yang mau operasi, sehingga dengan dibius bisa mengurangi rasa sakit bagi penderita dan untuk memudahkan pekerjaan dokter yang mau melaksanakan operasi. Tapi dosanya lebih besar dari manfaatnya, karena disamping merusak jasmaninya juga merusak rohaninya, karena sudah mengikuti hawa nafsu setan Setan selalu mengajak mangsanya kepada perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah dalam surat 2/168-169, yang berbunyi :”Wa laa tattabi’uu khuthuwaatisy syaithaan, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin. Innamaa ya’murukum bissuu’ wal fahsyaai wa an taquulu ‘alallaahi maa laa ta’lamuun”. Artinya : “ Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan , karena sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu. Sesunggunya syetan itu menyuruhmu untuk berbuat keji dan mungkar dan mengatakan terhadap Allah apa-apa yang tidak kamu ketahui.



Syetan sangat pintar dalam menggoda manusia. Mulanya hanya belajar mengikuti teman merokok. Sehari dua hari seminggu sebulan, akhirnya jadi kecanduan, tidak ada uang untuk beli rokok, dibisikkan oleh setan pakai saja dulu uang SPP nanti diganti. Karena sudah kecanduan, uang SPP sudah tidak mencukupi.gimana ya?kata setannya lebih baik jadi pengedar aja, untungnya kan lebih banyak. Akhirnya jadi pengedar. Untungnya memang lebih besar tapi kerusakan nya juga lebih luas. Bukannya pribadinya saja yang rusak, tapi keluarga ikut terbawa-bawa, lingkungan dan masyarakatnya ikut rusak bagaikan penyakit menular yang cepat menular kepada teman, lingkungannya dan orang yang dekat dengannya.Jasmaninya rusak , karena sudah digerogoti oleh nikitin yang ada dalam rokok, rohaninya rusak karena sudah mengikuti langkah-langkah syetan, yang selalu mengajak kepada kejahatan.



Simak fiman Allah dalam surat 4/42 yang berbunyi : “Yaa ayyuhal lazdiina aamanuu laa taqrabush shalaata wa antum sukaaraa hattaa ta’lamuu maa taf’aluun.”. Artinya:” Hai orang-orang beriman, janganlah kamu dekati shalat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu tahu apa yang kamu baca ( katakan). Pada masa jahiliyah Bangsa Quraisy telah akrab dengan khamar, sudah jadi minuman sehari-hari. Sesudah Islam datang,khamar belum diharamkan. Satu kali seorang sahabat dalam shalat membaca surat Al Kaafiruun. Waktu membaca surat itu dia bolak balik membaca :walaa ana’aabidum maa’abadtum, walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud, walaa ana ‘aabidum maa abadtum, wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud, walaa ana ‘aabidum maa ‘abadtum. Demikian aja bolak balik. Sehingga turunlah ayat 4/42 seperti diatas. Jadi mabuk akan mempengaruhi kualitas ibadah seseorang, dia tidak paham apa yang dia baca, tidak bisa khusyu’ dalam shalatnya.



Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengutuk orang orang yang terlibat dalam urusan khamar :” La’ana Rasuulullahi Shalallaahu ‘alaihi wasallam fil khamri ‘asyaratan :’aashirahaawa mu’tashirahaa wa syaaribahaa wa haamilahaa wal mahmuulati ilaihi wa saaqiyahaa wa baai’ahaa wa aakila tsmanihaa wal musytarii lahaa wal musytaraata lahu ”. Rawaahu Ibnu Maajah wat Tirmizi. Artinya : “ Rasulullah telah mela’nat (mengutuk ) karena khamar sepuluh kelompok : orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang membawanya, orang yang menghidangkannya, orang yang menuangkannya,orang yang menjualnya, orang yang menawarkannya, orang yang membelinya, orang yang dibalikan untuknya. HR Ibnu Majah dan Tirmizi . Dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengutuk kepada sekelompok orang yang berusaha untuk melancarkan . memajukan usaha kamar agar cepat sampai kepada konsumen.



Anak-anakku, itulah sepuluh macam manusia yang terlibat dalam urusan Kamar, walaupun dia tidak mengkonsumsinya , namun dia menanggung dosa yang sama karena dia ikut membantu konsumen dalam menuju kehancurannya dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam surat 5/2 yanfg berbunyi :” Walaa t’aawanuu ‘alal birri wattaqwa, walaa ta’aawanuu ‘alal itsmi wal’udwaan” Artinya :” Bertolong-tolonganlah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu bertololng-tolongan dalam dosa dan permusuhan. Jangan mudah tergoda dengan penghasilan atau gaji yang tinggi. Apalah artinya gaji yang tinggi, kalau akan menghancurkan masa depan bangsa dan negara.



Wallahu a’lam bishshawaab.


sumber "http://pontrendiniyahpasir.wordpress.com/2011/04/01/tausiah-untuk-remaja-islam-masa-kini-10/"

0 comments:

Post a Comment

Fans Fage

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More