Thursday, November 24, 2011

Metode Dakwah

Metode dakwah adalah cara mencapai tujuan dakwah, untuk mendapatkan gambaran
tentang prinsip-prinsip metode dakwah harus mencermati firman Allah Swt, dan Hadits Nabi
Muhammad Saw :
ادْعُ إِلَ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَىْػِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَن
“ Serulah [ manusia ] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik,
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik …….“ [ Q.S. An-Nahl 16: 125 ].

Dari ayat tersebut dapat difahami prinsip umum tentang metode dakwah Islam yang
menekankan ada tiga prinsip umum metode dakwah yaitu ; Metode hikmah, metode
mau’izah khasanah, meode mujadalah billati hia ahsan, banyak penafsiran para Ulama‟
terhadap tiga prinsip metode tersebut antara lain :

a. Metode hikmah menurut Syeh Mustafa Al-Maroghi dalam tafsirnya mengatakan bahwa
hikmah yaitu; Perkataan yang jelas dan tegas disertai dengan dalil yang dapat
mempertegas kebenaran, dan dapat menghilangkan keragu-raguan.
b. Metode mau‟izah khasanah menurut Ibnu Syayyidiqi adalah memberi ingat kepada orang
lain dengan fahala dan siksa yang dapat menaklukkan hati.
c. Metode mujadalah dengan sebaik-baiknya menurut Imam Ghazali dalam kitabnya Ikhya
Ulumuddin menegaskan agar orang-orang yang melakukan tukar fikiran itu tidak
beranggapan bahwa yang satu sebagai lawan bagi yang lainnya, tetapi mereka harus
menganggap bahwa para peserta mujadalah atau diskusi itu sebagai kawan yang saling
tolong-menolong dalam mencapai kebenaran. Demikianlah antara lain pendapat
sebagaian Mufassirin tentang tiga prinsip metode tersebut. Selain metode tersebut Nabi
Muhammad Saw bersabda :
مَنْ رَأَي مِنْكُمْ مُنْكَرًا يُ يِّرْ بِيَ لَمْ سْتَ غْ بِ سَااِ لَمْ سْتَ غْ بِ بِ وَذَلِكَ أَضْؼَفُ الِْْ مَا
“Siapa di antara kamu melihat kemunkaran, ubahlah dengan tangannya, jika tidak
mampu, ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu, ubahlah dengan hatinya, dan
yang terakhir inilah selemah-lemah iman.” [ H.R. Muslim ].
Dari hadis tersebut terdapat tiga tahapan metode yaitu ;
a. Metode dengan tangan [bilyadi], tangan di sini bisa difahami secara tektual ini
terkait dengan bentuk kemunkaran yang dihadapi, tetapi juga tangan bisa difahami
dengan kekuasaan atau power, dan metode dengan kekuasaan sangat efektif bila
dilakukan oleh penguasa yang berjiwa dakwah.
b. Metode dakwah dengan lisan [billisan], maksudnya dengan kata-kata yang lemah
lembut, yang dapat difahami oleh mad‟u, bukan dengan kata-kata yang keras dan
menyakitkan hati.
c. Metode dakwah dengan hati [bilqolb], yang dimaksud dengan metode dakwah
dengan hati adalah dalam berdakwah hati tetap ikhlas, dan tetap mencintai mad‟u
dengan tulus, apabila suatu saat mad‟u atau objek dakwah menolak pesan dakwah
yang disampaikan, mencemooh, mengejek bahkan mungkin memusuhi dan
membenci da‟I atau muballigh, maka hati da‟i tetap sabar, tidak boleh membalas
dengan kebencian, tetapi sebaliknya tetap mencintai objek, dan dengan ikhlas hati
da‟i hendaknya mendo‟akan objek supaya mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
Selain dari metode tersebut, metode yang lebih utama lagi adalah bil uswatun hasanah,
yaitu dengan memberi contoh prilaku yang baik dalam segala hal. Keberhasilan dakwah
Nabi Muhammad SAW banya ditentukan oleh akhlaq belia yang sangat mulia yang
dibuktikan dalam realitas kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Seorang muballigh harus
menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehar-hari.

0 comments:

Post a Comment

Fans Fage

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More