Sunday, June 26, 2011

SEKUTU IBLIS

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala "
(QS. Faathir 6)

Tatkala Allah telah selesai menciptakan Adam AS, Allah memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepada Adam. Maka bersujudlah semua Malaikat kecuali iblis. . Iblis ini bukan golongan Malaikat. Ia termasuk kelompok jin. Sewaktu perintah itu turun ia berada ditengah-tengah Malaikat. Perintah Allah ini berlaku umum termasuk kepada iblis. Tetapi ia enggan dan menyombongkan diri. Maka iblis pun menjadi pelopor utama kekafiran.
Allah bertanya pada iblis, "Mengapa engkau tak mau sujud ketika Aku perintahkan ". Iblis menjawab, "Aku lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah ". (QS. Al A'Raaf : 12)

Itulah alasan iblis menolak perintah Allah. Alasan yang bersumber dari akal atau logika yang menyimpang dari bimbingan Ilahi. Sepintas lalu, bagi orang-orang yang pendek akalnya, pandangan iblis ini ada benarnya. Biasanya yang datang lebih dahulu harus dihormati oleh yang datang belakangan. Yang asalnya lebih baik harus dihormati oleh yang asalnya lebih buruk. Dengan demikian iblis merasa tidak perlu mematuhi perintah itu.
Tetapi iblis lupa pada Pemberi Perintah. Sesungguhnya yang memerintahkan sujud sebagai penghormatan ini adalah Allah, Pencipta alam semesta, Penguasa Malaikat, Jin dan Manusia. Yang Maha Mutlak harus dipatuhi oleh setiap hambaNya.
Membantah atau melanggar perintahNya merupakan pembang-kangan. Subversif dan nista! Para malaikat yang mulia semuanya patuh pada perintah ini. Bagaimanakah iblis yang tidak punya peranan apa-apa berani membantah Penciptanya?

Logika Gaya Ibtis
Bantahan iblis terhadap perintah Allah disebabkan permainan logika yang berlebihan. Iblis bersandar pada pemikiran dan akalnya, tidak mau taat pada Allah. Dari jawaban iblis terhadap Allah dapat kita ungkapkan dari logikanya.
l. Jawaban itu sendiri menunjukkan bahwa ia merasa lebih pandai dari Allah. Sebagai makhluk yang bersalah ia bukannya bertaubat dan memohon ampunan Allah. Tetapi malah berani memberikan alasan yang ngawur.
2. Iblis merasa lebih senior dari Adam AS. Salah satu sifat iblis selalu berpegang pada senioritas. Artinya merasa lebih mulia dari orang lain karena faktor historis (sejarah) atau keturunan.
3. Iblis melihat pada materi penciptaan dirinya dan Adam AS. Kemudian dibandingkan antara keduanya. Iblis memang bersifat materialistis.
Dengan logika di atas maka iblis pun berani melanggar perintah Allah. Ia tidak perduli dengan akibatnya. Maka laknat Allahlah yang pantas bagi iblis. Allah berf'irman yang artinya :
"Maka keluarlah kamu dari syurga; karena sesangguhnya kamu terku-tuk, dan kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat ". (QS. Al hijr: 34-35)

Para Sekutu Iblis
Setiap pemikiran yang dikeluarkan manusia untuk membantah perintah Allah bersumber dari iblis. Oleh karena iblis selalu menularkan wataknya yang busuk itu pada anak keturunan Adam AS. Iblis tidak rela hanya dirinya saja yang mendapat kutukan dan laknat Allah. Ia ingin sebagian besar manusia menjadi pengikutnya. Iblis telah berjanji di hadapan Allah.
Iblis berkata, "Wahai Rabbku, oleh setiab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua ". (QS. Al Hijr : 39)
Janji iblis ini kemudian menjadi kenyataan. Sepanjang sejarah kehidupan, iblis adalah musuh manusia yang sebenarnya. Ia dan kawanannya disebut juga syaitan. Iblis ini adalah panglimanya syaitan. Iblis memimpin syaitan-syaitan lain baik dari jenis jin maupun manusia untuk menyesatkan anak keturunan Adam AS. Lantaran itu Allah pun memperingatkan.
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala ".
(QS. Faathir : 6)
Setelah pengusirannya dari syurga, Berbagai upaya untuk menyesatkan manusia pun dimulai. Iblis menggunakan segala cara agar manusia terjerumus pada perangkapnya yang keji.
Kitabullah Al-Qur'an menggambarkan bahwa iblis selalu memberikan logikanya pada lima golongan manusia. iblis bersekutu dengan lima unsur :
1. Dengan pemimpin atau penguasa seperti persekutuan iblis dengan Fir'aun.
2. Dengan hartawan seperti persekutuan iblis dengan Qorun.
3. Dengan ulama-ulama seperti persekutuan iblis dengan Bal'aam.
4. Dengan ilmuwan dan teknokrat seperti persekutuan iblis dengan Haaman.
5. Dengan dukun-dukun seperti persekutuan iblis dengan tukang-tukang sihir Fir'aun.
1. Kepada para pemimpin seperti Fir'aun, para raja, dan semua yang terlibat dalam pemerintahan, iblis menyuruh berbuat zalim dan keji. Tidak perlu memikirkan nasib rakyat. Untuk itu iblis pun memberi logika yang bisa diterima. "Engkau pemimpin yang adil. Demi berlangsungnya keadilan engkau harus mempertahankan kekuasaanmu. Semua yang berbahaya bagi kepemimpinanmu harus dianggap musuh dan diperangi jadikan rakyatmu sebagai budak.' Pecah belah mereka agar engkau bisa dianggap sebagai penyelamat bangsa dan kekal dalam kekuasaan.
2. Kepada pars hartawan (kongtomerat) semacam Qorun dan orang-orang kaya lainnya, iblis pun memberikan dalih. "Engkau hartawan yang dermawan. Kekayaanmu selalu engkau berikan untuk kepentingan umum. Karena itu engkau harus memperbanyak kekayaanmu, Segala cara boleh engkau lakukan. Dukunglah penguasa, sogoklah pemerintah. Penuhi kebutuhannya. Niscaya fasilitas akan diberikannya kepadamu. Buatlah mereka terlena dengan kekayaan harta. Yang penting keuntungan selalu di tanganmu. Harta akan aman berada di tanganmu.
3. Kepada para ulama, iblis pun memberikan logikanya, "Engkau ulama yang taqwa. Rakyat selalu mendengar fatwa-fatwamu, engkau juga pemersatu antara penguasa dengan rakyat. Karena itu, ambillah jalan yang mudah. ikuti kemauan penguasa, toh mereka juga mau mengikuti saran-saranmu. Di dalam Kitab Suci ada ayat-ayat yang memberi kelonggaran kepada mereka untuk tetap pada pendiriannya. Ayat-ayat inilah yang harus engkau jelaskan kepada mereka dan masyarakat. Adapun ayat-ayat yang memerintahkan tegaknya Kedaulatan Allah bukan saatnya untuk dibahas. Toh masyarakat aman-aman saja. Di tanganmu, penguasa dan rakyat bisa bertaubat dan menyesali kesalahan mereka. Jangan sampai ummat ini hancur karena kemarahan penguasa ini, engkau harus menjaganya".
4. Kepada pma ilmuwan, ahli sosial, dan teknokrat, iblis pun berkata, "Engkau adalah pembangun negeri ini. Baik dan buruknya bangsa ini terletak di tanganmu: Engkau adalah orang-orang yang pandai merumuskan konsep-konsep, karena itu aturlah masyarakat dengan pikiranmu. Kelak para penguasa akan mendukung ide-idemu yang cemerlang. Galilah ide itu dari nilai-nilai luhur budaya bangsamu. Atau ikutilah bangsa-bangsa yang telah maju dalam produksi dan materi itu. Engkau akan menjadi orang yang berjasa terhadap bangsamu".
5. Kepada para dukun, tukang sihir, para normal dan ahli kebakinan, iblis memberikan pandangannya, "Engkaulah yang menghubungkan masyarakat dengan alam ghaib. Engkau mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Para makhluk halus akan selalu menolongmu. Pekerjaanmu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Maka tolonglah mereka. Berilah kekuatan pada para penguasa untuk mengekalkan kekuasaan mereka. Berilah keberkatan pada orang-orang kaya agar engkau pun mendapat bagian kekayaannya".
Itulah diantara bisikan-bisikan iblis guna menyesatkan para pemuka masyarakat. Kesesatan lima golongan itu menjadi pangkal sesatnya suatu masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, maka di tengah-tengah masyarakat akan muncul : Pertama, Penguasa yang zalim, tidak menegakkan hukum AIlah tetapi merasa bahwa pemerintahannya akan membawa kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran. Mereka akan berupaya mempertahankan kekuasaannya meski pun harus menindas rakyat dan orang-orang yang lemah.
Kedua, para konglomerat yang berlomba-lomba memperbanyak harta dan kekayaan tanpa batas. Mereka hidup di atas tumpukan kemiskinan dan penderitaan rakyat banyak. Usaha mereka sclalu maju karena mendapat fasilitas dari penguasa.
Ketiga, para ulama-us su yang selalu menyesatkan ummat dengan memberikan fatwa-fatwa yang menguntungkan penguasa demi alasan persatuan dan perdamaian. Untuk melegalisir pendapatnya ia memutar balikkan makna ayat-ayat KitabuLlah atau pun Sunnah Rasulullah.
Keempat, Para ilmuwan yang melacurkan kepandaiannya untuk golongan yang berkuasa. Para ahli sosial membuat konsep-konsep hidup yang bathil. Para teknokrat menutup mata dari kecurangan-kecurangan yang ada di tengah pembangunan.
Kelima, Banyak dukun-dukun, peramal, atau paranormal-paranormal yang dijadikan sebagai panduan oleh masyarakat, dimintai pertolongan dan bantuannya dalam berbagai bidang; pengobatan, minta kekuatan jiwa, kewibawaan, kekayaan dan sebagainya.
Masyarakat bergelimang dalam kesesatan. Mereka mencari kesenangan melalui hiburan dan kegiatan-kegiatan yang melalaikan. Hidup manusia penuh dengan frustasi. Masjid-masjid menjadi kosong, tetapi tempat-tempat maksiat penuh sesak. Orang lebih tertarik nonton televisi dari pada mengaji. Lebih tertarik berjudi daripada infaq. Untuk membeli kesenangan duniawi orang mau keluarkan uang berapa saja. Tetapi untuk Akhiratnya mereka malah minta diberi. Kejahatan merajalela, pembunuhan dan pemerkosaan wanita jadi cerita biasa.
Para pedagang menjadi orang-orang yang rakus dan tamak, tak memperhatikan halal dan haram, para pegawai menjadi orang-orang yang curang dan berkhianat. Para petani dan penjual jasa menjadi licik dan asal untung. Para ulama dan da'i bisa dibeli. Maka agama pun menjadi komoditi (barang dagangan).
Yang wujud di tengah-tengah ummat ini adalah tiga hal yang menjadi sifat iblis di atas : 1. Keberanian menentang Hukum dan perintah Allah, 2. Senioritas, dan 3. Materialisme.
Naudzubillah mind zalik.

Islam Mengatasi Masalah
Kekuatan iblis sama sekali tidak ada artinya bagi mereka yang beriman. AI-Qur'an menyatakan bahwa senjata utama untuk
menghancur kan iblis adalah : Ikhlas, iblis sendiri mengakui bahwa ia tidak dapat menyelewengkan orang-orang yang ikhlas,
" ..Kecuali hamba-hamba Engkau (Allah) yang mukhlis diantara mereka ". Allah berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Akulah menjaganya. Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat ". (QS. Al Hijr: 40-42)
Ikhlas artinya memurnikan ketaatan dan kepatuhan hanya kepada Allah. Ikhlas hanya dapat dicapai dengan memahami, menghayati, mengamalkan dan memperjuangkan kalimat Tauhid Laailaha illa-Llah. Orang yang ikhlas hidupnya untuk berjihad mengangkat dan meninggikan Kalimat Allah. .
Untuk mencapai ikhlas, dalam berjihad harus Ittiba' (ikut) pada pola Rasulullah SAW Mereka yang ikut dengan pola Rasul ini adalah Hizbullah (golongan Allah) yang menjadi lawan dari hizbus Syaithon. Di dalam Hizbullah, orang-orang yang ikhlas bersatu padu memerangi iblis dan kawanannya. Bila iblis menyeru orang untuk berbuat kejahatan maka orang-orang yang ikhias beramar ma'ruf dan Nahi munkar. Bila iblis menyeru manusia untuk menjadi penghuni neraka jahannam maka mereka menyeru manusia untuk menjadi penghuni syurga. Karena itu tidak perlu ragu-ragu memerangi Hizbus Syaitan.
"Orang-orang beriman berperang di jalan Allah. Sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan Thagut. Maka perangilah pengikut-pengikut syaitan itu, sesungguhnya tipu daya syaithan itu teramat lemah ". (QS. An Nisaa : 76)
Abab

0 comments:

Post a Comment

Fans Fage

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More