Sunday, June 26, 2011

MA’RIFATUl DIINUL ISLAM 2

Islam adalah agama tauhid. Secata etimologi tauhid berarti mengesakan, maksudnya mengesakan Allah, Laa ilaaha illallah, tidak ada ilah kecuali Allah. Kalimat laa ilaaha illallah merupakan kalimat pengikat antara makhluk dengan Khaliknya, sebagai realisasi rasa hormart dan syukur kepada-Nya.

Pada dasarnya seluruh ciptaan Allah selalu tunduk, taat dan patuh kepada Sunnatullah (ketentuan Allah). Langit, bintang, bumi, awan, air, tumbuh-tumbuhan dan makhluk lainnya selalu menyerah secara penuh kepada Allah, yaitu tunduk pada aturan dan system yang Allah tentukan. Kecuali manusia dan jin yang keduanya merupakan makhluk Allah yang mempunyai karakteristik khusus. Manusia dan jin sama-sama memiliki kesempatan untuk berbuat taqwa, yaitu turut dan patuh kepada aturan-aturan Allah dan juga memiliki kesempatan untuk berbuat fujur yaitu menolak atau melanggar aturan-aturan-Nya.

“Dan katakanlah : Kebenaran itu datangnya dari Robbmu. Barang siapa yang hendak beriman, berimanlah. Dan barang siapa yang ingin kafir, biarkanlah ia kafir.” (QS. Al Kahfi [18] :29).

Islam adalah jalan hidup yang benar, jalan yang membawa keselamatan dunia dan akhirat. Islam merupakan imperatif, satu-satunya jalan yang harus ditempuh. Itulah jalan orang-orang yang beriman (QS.Ali Imran [3] : 19,83).

PENGERTIAN AL-ISLAM

1. Arti Bahasa (Lughawie)
Ditinjau dari akar katanya, Al-Islam berasal dari kata sa-la-ma yang berarti selamat atau damai. Di dalam Al Qur’an kata tersebut kemudian digunakan dengan beberapa tambahan atau perubahan misalnya :
a. Aslama : menyerah (QS. 3:83; 4:125)
b. Istaslama – tasliim – mustaslimun : penyerahan total (kepada Allah) (QS. 4:65; 37:26).
c. Saliim : bersih, suci (QS. 26:89; 37:83-84)
d. Salaam : kesejahteraan (QS. 39:73)
e. Salm : damai (QS 47:35; 8:61)

2. Arti Istilah (Ishthilahie)
Ma’na asal Islam adalah menerima segala perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan kepada Nabi. Barang siapa yang menghadapkan wajah dan hatinya – dalam semua persoalan hidup – kepada Allah, maka ia adala seorang muslim. Penerimaan dan penyerahan diri secara penuh terhadap hukum-hukum-Nya adalah merupakan syarat untuk menjadi muslim yang utuh. Allah berfirman :

“Hai orang-orang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan jangan kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah [2] : 208).

Oleh karena manusia harus Islam atau menyerah diri secara total kepada Allah, maka Allah tidak membiarkan satu umatpun tanpa didatangi Rasul.

“Dan setiap umat mempunyai seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir [35] : 24).

Islam yang diserukan Rasulullah SAW dapat diketahui dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, yang merupakan hidayah untuk seluruh umat manusia. Allah menurunkan Islam ini secara sempurna dan menyeluruh, sehingga tidak ada satu persoalan pun yang menyangkut kehidupan yang tidak diatur oleh Islam.

“Dan Kami turunkan kepadamu Kitab sebagai penjelas segala sesuatu.” (QS. An Nahl [16] : 89).

“Dan sebagai pemerinci terhadap segala sesuatu.” (QS. Al A’raf [7] : 145).

Rasulullah SAW mendefinisikan Islam dengan ta’rif (definisi) yang bermacam-macam. Banyak orang yang tidak mengetahui secara jelas tentang maksud ta’rif yang Rasulullah SAW menta’rifkan Islam dengan cara menentukan ta’rif keseluruhan Islam dengan menyebut bagian-bagian dari Islam, mengingatkan pentingnya bagian tersebut.
Dari beberapa uraian serta hadits-hadits dapat disimpulkan bahwa Islam adalah :
a. Aqidah, yang tercermin dengan syahadatain dan rukun iman.
b. Ibadah, yang tercermin dengan shalat, zakat, puasa, haji, yang disebut dengan rukun Islam.
c. Bangunan (sistem), yang tegak di atas rukun-rukun tersebut yang tercermin dengan seluruh system hidup Islam yang mencakup system politik, ekonomi, social, budaya, pendidikan, kemiliteran, akhlaq dan lain-lainnya.
d. Tiang-tiang penegak sebagai cara menegakkan Islam yang tercermin dengan jihad, amar makruf nahi munkar, dan hokum serta sanksi-sanksinya.
Itulah gambaran ringkas tentang Islam. Sedangkan segala hal yang bertentangan dengan Islam disebut Jahiliyah, dan jahiliyah inilah lawan dari Islam.

KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM

Islam adalah Dien yang diturunkan Allah untuk kehidupan manusia yang ciri-cirinya adalah rabbaniyah, sempurna, integral dan universal.
1. Islam adalah Ajaran Rabbaniyah

Islam sebagai ajaran yang Rabbaniyah adalah bahwa ajaran Islam bersumber dari Allah, bukan hasil pemikiran manusia. Ajaran Islam diturunkan dalam bentuk Al Qur’an yang merupakan wahyu Allah kepada Muhammad secara lafadz dan ma’na, maupun As-Sunnah yang merupakan wahyu Allah secara ma’nawie. Allah berfirman :

“Turunnya Al Qur’an tidak ada keraguan padanya adalah dari Rabb (Tuhan) semesta alam.” (QS. As Sajadah [32] : 2).

“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkan itu (Al Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm [53] : 2-4).

Islam adalah Dien dari Allah Yang Maha Mengetahui, maka Dien Islamlah yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan ummat manusia, mengungguli segenap konsep lain yang merupakan produk pemikiran manusia. Dien Islam mengarahkan manusia, sedangkan konsep-konsep lain arahnya ditentukan manusia. Allah berfirman :

“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar dimenangkan Allah terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al Fath [48] : 28).

2. Islam adalah Ajaran Sempurna

Kesempurnaan Islam tidak terlepas dari Allah SWT. Allah yang menciptakan seluruh alam dalam keadaan sempurna, maka secara otomatis agama yang Allah berikan kepada manusia juga merupakan agama yang sempurna. Tidak satu pun ajaran Islam yang kontradiktif, semuanya merupakan satu kesatuan yang padu, yang pada intinya terfokus pada ajaran tauhid. Allah berfirman :

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku. Dan telah Kuridhai Islam jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3)

3. Islam adalah Ajaran yang Universal

Islam dengan sifat keasliannya yang universal, diturunkan untuk seluruh ummat manusia. Islam merupakan “konsumsi pokok” bagi seluruh alam. Allah berfirman :

“Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada sekalian manusia. Untuk memberi kabar gembira dengan surga dan memberi kabar takut dengan neraka.” (QS. Saba’[34] : 28)

“Katakanlah! Wahai manusia sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu semua.” (QS. Al A’raf [7] : 158)

“Dan Kami tidak utus engkau melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al Anbiya’[21] : 107)

Sifat universal Islam bukan hanya terbatas untuk waktu tertentu atau generasi tertentu tapi berlaku untuk sepanjang masa dan di semua tempat karena itu Islam tidak akan hilang dari permukaan bumi, tidak pernah berubah atau pun diganti.


4. Islam adalah Ajaran yang Bersifat Integral

Sifat integral (lengkap) adalah merupakan sifat keaslian Islam. Integralitas Islam terletak pada ajarannya, yaitu ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Tak satu aspekpun yang terlepas dari ajaran Islam. Islam mengatur hal-hal yang berkenaan dengan aspek jasmani maupun aspek rohani. Islam memberi aturan bagaimana seharusnya berhubungan dengan Allah, bagaimana berhubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam lingkungannya.

0 comments:

Post a Comment

Fans Fage

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More