Sunday, June 26, 2011

MAKNA ISLAM

MAKNA ISLAM



Objektif
a. Memahami dasar-dasar yang membentuk istilah Isalam serta mampu membedakan dari dasar-dasar konsep hidup lain.
b. Memahamai bahwa Islam adalah tunduk kepada wahyu Allah yang diturunkan kepada para Nabi sebagai aturan (hokum) yang merupakan jalan lurus menuju keselamatan dunia dan akhirat.
c. Memyadari bahwa Islam adalah pedoman hidup dari Allah yang tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.

Sinopsis
• Islam secara lafziyah mempunyai makna menundukkan wajah (4:125), berserah diri (3:83), suci bersih (26:89), selamat sejahtera (6:54) dan perdamaian (47:35). Dengan pengertian lafziyah ini dapatlah disimpulkan bahaw Islam mempunyai sifat yang dibawanya yaitu berserah diri dan wujud perdamaian. Manakala kalaimat Islam di dalam Al Qur’an disebut sebagai dien (3:19,85) yang berarti manhaj, system dan aturan hidup yang menyeluruh dan lengkap. Dengan demikian kalimat Islam adalah ketuundukkan, wahyu Ilahi (di dalam surat 53:4 dan 21:7), manakala di dalam surat 16:97, 2:200 dan 28:77 Islam adalah Dien keselamatan dunia akhirat. Beberapa makna Islam yang disebutkan di dalam beberapa ayat Al Quran tersebut maka dapatlah disimpulkan bahwa Islam adalah panduan hidup yang lengkap bagi manusia, dengan berserah diri dan tunduk maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian di dunia dan di akhirat. Akhirnya Rasulullah bersabda bahwa Islam tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya. Islam tinggi dan dimenangkan ke atas semua agama, kepercayaan dan kefahaman (42:28, 9:33).

Hasiyah

Makna lafziyah dari Islam:

1. Menundukkan Wajah (Islam al wajhi)
Sarahan
• Allah SWT menyebutkan agama (dien) dengan persamaan kepada orang yang menundukkan mukanya kepada Allah, kemudian ia berbuat kebaikan dan mengikut millah Ibrahim (Aqidah) yang lurus. Islam menghendaki ummatnya untuk menundukkan mukanya dan dirinya kepada Allah SWT yang mesti dibuktikan dan diwujudkan ke dalam amalan berupa kebaikan dan juga didasarkan kepada aqidah yang lurus. Aqidah, amal shole dan ketundukan adalah makna Islam secara integral. Islam sebagai dien tidak saja tunduk kemudian tidak beraqidah dan tidak beramal, Islam tidak saja berbuat kebaikan dan Islam tidak saja beraqidah kemudian tidak beramal, tetapi Islam messti menjalankan ketiga perkara di atas secara sempurna.

Dalil
• QS. 4:125. Siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang menundukan mukanya kepada Alla sedang ia berbuat kebaikan dan mengikuti agama muslim yang lurus.

2. Berserah diri (Itislam)
Sarahan
• Allah SWT menyebutkan bahwa agama diartikan sebagai berserah diri dan ketundukan kepadaNya. Allah SWT menggambarkan kepada kita bahwa seluruh alam semesta ini kecuali sebahagian manusia saja yang berserah diri kepada Allah SWT. Berserah diri kepada Allah secara sadar ataupun secara tidak sadar. Alam semesta seperti langit, bulan, bintang dan segala sesuatu yang di langit berserah diri dan tunduk mengikuti perintah dan arahan Allah SWT, yang biasa dikenal dengan sunnatullah kauniyah. Begitupun dengan segala sesuatu yang di bumi kecuali sebahagian manusia seperti gunung, batu, pohon, hewan, laut juga mengikuti petunjuk Allah SWT.

Dalil
• QS. 3:83. Mengapakah mereka mencari (agama) selain dari agama Allah? Padahal telah tunduk kepadaNya siapa yang di langit dan di bumi, dengan suka rela dengan terpaksa dan kepadaNya mereka dikembalikan.

3. Suci, bersih (Assalamah)
Sarahan
• Allah SWT menggambarkan pengikut agama (dien) Islam memiliki qolbun salim semasa kita menjumpai Allah SWT. Sifat qolbun salim sebagai pengikut Islam (muslim) menunjukkan bukti bahwa Islam yang dianut adalah agama yang juga suci dan bersih. Hal ini dapat dilihat dari ajaran Islam mengenai kebersihan secara fizikal ataupun moral seperti bersih pakaian, tempat dan badan, fizikal ketika akan sholat, dan bersih hati dari prasangka, bersih dari kebencian, dendam dan marah (moral). Islam dengan ajaran ini akan menjadikan penganutnya berhati bersih.

Dalil
• QS. 26:89. Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah dengan hati yang suci.

4. Selamat, sejahtera (Assalam)
Sarahan
• Islam juga berarti selamat dan sejahtera apabila menunjuk kepada artinya secara lafziyah. Allah SWT menyatakan salamun alaikum adalah keselamatan atas kamu (orang-orang Islam). Keselamatan adalah ciri dari mereka yang menganut Islam dan juga keselamatan sebagai arti dari salam. Dengan demikian Islam tidak membawa kejahatan dan kerusakan. Islam membawa ummatnya dan segala yang ada di alam semesta ini selamat dan sejahtera.

Dalil
• QS. 6:54. Apabila datang kepada engkau orang yang beriman kepada ayat-ayat kami, maka ucapkanlah kepada mereka salamun alaikum (keselamatan atas kamu).

5. Perdamaian (Assalmu)
Sarahan
• Secara bahasa Islam juga berarti salmi yaitu perdamaian. Penjelasan ini disebutkan di dalam surat 47:35, dimana Muhammad SAW diminta oleh Allah SWT untuk tidak meminta perdamaian karena ketakutan. Mereka orang kafir adalah lemah dan selalu menghalangi muslim dari Allah oleh sebab itu janganlah kita lemah dan minta berdamai. Kaitan dengan bahan yang sedang dijelaskan adalah kalimat salmi yang disebutkan di dalam Al Qur’an mengandu arti perdamaian. Salmi adalah bahasa lainnya dari Islam sehingga dapat disebutkan bahwa Islam adalah perdamaian.

Dalil
• QS. 47:35. Maka janganlah kamu lemah dan menyeru kepada perdamaian (salmi), sedang kamu orang tertinggi (akan menang) dan Allah beserta kamu (menolongmu) dan dia tidak akan mengurangkan (pahala) amalanmu.

6. Kalimat Islam sebagai dien
Sarahan
• Islam di dalam Al Qur’an disebut sebagai dien yang mengikuti kepada Abul A’la Maududi didalam bukunya Prinsip-prinsip Islam, mengandung arti system kehidupan yang menyeluruh termasuk ibadah, kemasyarakatan, politik, jihad. Islam mencakupi keseluruhan hidup dan Islam secara lengkap menyediakan keperluan manusia untuk mengatur kehidupan.

Dalil
• QS. 3:19. Sesungguhnya agama (dien) di sisi Allah ialah Islam. 3:856. Barang siapa menuntut agama selain Islam maka tiadalah diterima dari padanya sedangkan ia di akhirat termasuk orang yang merugi.

7. Tunduk (Al Khudu’)
Sarahan
• Kami dengar dan kami turut adalah sikap orang yang tunduk. Ketundukan demikian merupakan dasar Islam yang mengandungi arti berserah diri. Kalimah Islam juga mengandungi ketundukan yang dapat menghantarkan kepada kejayaan.

Dalil
• QS. 24:51. Sesungguhnya perkataan orang-orang beriman, ketika dipanggil kepada Allah dan RasulNya, supaya dihukum antara mereka berkata: Kami dengan dan kami turut. Mereka itulah orang yang menang.

8. Wahyu Ilahi
Sarahan
• Panduan Islam adalah Al Qur’an dan Sunnah. Al Qur’an adalah wahyu Ilahi berarti Islam adalah dari Allah SWT bukan dari manusia. Islam bukan buatan manusia tetapi Islam adalah Firman Allah. Dengan demikian tidaklah mungkin Islam disamakan dengan agama, kepercayaan dan kefahaman lainnya. Islam tidak akan mungkin kurang, tidak lengkap dan tidak sesuai tetapi Islam sangatlah sesuai dengan manusia yang diciptakan Allah SWT. Allah SWT mengetahui secara pasti siapakah manusia sedangkan manusia tidak kan mungkin mengenal manusia secara sempurna oleh karena itu panduan dan aturan hidup buatan manusia seperti agama (Hindu, Budha, Kristen, dll), kefahaman (materialisme, kapitalisme, komunisme, dll) tidak akan sesuai dengan manusia bahkan akan membawa kehancuran manusia.

Dalil
• QS. 53:4. Ia (Al Qur’an) tidak lain, hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. 2:17. Kami tidak mengutus sebelum kamu (ya Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang kami wahyukan kepada mereka maka tanyakanlah kepada orang-orang ahli kitab, jika kamu tidak tahu.

9. Dien para Nabi dan Rasul (Dienul anbiya wal mursalin)
Sarahan
• Dien Islam adalah diennya para nabi dan rasul. Mereka semua membawa dan menyampaikan Islam kepada kaumnya dan manusia secara umum. Allah SWT menurunkan kitab kepadanya dan kemudian diamalkannya. Kesamaan Islam yang dibawanya adalah menyeru manusia agar menjadikan Allah sebagai satu-satunya Ilah. Perbedaan di antara para rasul adalah manhaj dan syariahnya yang mana Allah SWT jadikan mengikuti kaum dan tempatan.

Dalil
• QS. 2:136. Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak-anaknya, (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan Isa, dan apa-apa yang diturunkan kepada Nabi-nabi dari tuhan mereka, tiadalah kami perbedaan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah.

10. Ahkam Allah
Sarahan
• Kitab Al Qur’an merupakan kebenaran Islam yang didalamnya mengandung hukum-hukum Allah sebagai tempat kita merujuk bagi panduan hidup di dunia dan di akhirat. Islam sebagai hukum Allah yang berfungsi juga memberikan hukuman dan penilaian kepada manusia.

Dalil
• QS. 5:48. Kami telah menurunkan Kitab kepada engkau (ya Muhammad) dengan membawa kebenaran yang membenarkan kitab yang dihadapannya serta mengawasinya, sebab itu hukumlah antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau turut hawa nafsu mereka, dan berpaling dari kebenaran yang telah datang kepada engkau.
• QS: 5:50. Adakah hukum jahiliyah yang mereka tuntut? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi kaum yang yakin.

11. Sirot Al Mustaqim
Sarahan
• Islam adalah jalan yang lurus. Oleh sebab itu siapa yang hendak mencapai tujuan yang benar dalam hidupnya mestilah mengikuti jalan lurus ini (Islam). Selain Islam adalah tidak lurus, dimana jalan ini akan membawa kepada kesesatan karena tidak jelas hendak dibawa kemana. Selain Islam seperti panduan hidup dari liberalisme, materialisme, hedonisme, komunisme, kapitalisme dan sebagainya akan membawa kepada kerusakan potensi manusia itu sendiri. Islam justru membina dan memelihara potensi tersebut menjadi baik.


Dalil
• QS. 6:153. Sesungguhnya ini jalanku yang lurus, sebab itu kamu turutilah jalanku itu dan janganlah kamu turut jalan-jalan yang lain, nanti bercerai berai kamu daripada jalanNya. Demikianlah Allah berwasiat kepadamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa.

12. Keselamatan dunia akhirat (Salamun dunya wal akhirah)
Sarahan
• Islam sebagai dien menyuruh ummatnya untuk mencari akhirat dengan tidak meninggalkan dunia. Dunia dan akhirat adalah sasaran yang perlu dicapai secara baik dan selamat. Dengan mengamalkan Islam maka kita akan memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan atau tawazun sehingga ummatnya akan mendapatkan kebahagiaan.

Dalil
• QS. 16:97. Barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki ataupun perempuan sedangkan ia beriman, niscaya kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan kami balasi mereka dengan pahala yang terlebih baik dari apa yang telah mereka amalkan.
• QS. 28:77. Hendaklah tuntut kampung akhirat dengan kekayaan yang diberikan Allah kepada engkau dan janganlah engkau lupakan bahagian (nasib) engkau dari dunia dan berbuat baiklah kepada manusia sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada engkau dan janganlah engkau berbuat bencana di muka bumi.

13. Islam agama yang tinggi
Sarahan
• Apabila melihat dari keseluruhan makna Islam maka dapatlah disimpulkan bahwa Islam adalah berserah diri sehingga mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Islam berarti aqidah, amal sholeh dan tunduk kepada Allah. Islam adalah system kehidupan yang lengkap. Islam adalah kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan. Dengan makna demikian, maka sangatlah sesuai apa yang disebutkan oleh Nabi SAW bahwa Islam itu tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya (Islam yaklu wa la yukla alaih). Pengertian tinggi berarti Islam di atas semua agama, kepercayaan, kefahaman atau pedoman hidup lainnya (48:28, 9:33). Islam tinggi berarti juga Islam mempunyai izzah, prestij, harga diri dan kehormatan.

Dalil
• Hadits: Islam tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.
• QS. 48:28, 9:33. Dia yang mengutus RasulNya dengan petunjuk dan agama yang benar, supaya ditinggikanNya agama itu di atas segala agama, sekalipun benci orang kafir.

Ringkasan Dalil
• Makna lafziyah dari Islam:

• Menundukkan wajah (4:125)
• Berserah diri (3:83)
• Suci, bersih (26:89)
• Selamat, sejahtera (6:54)
• Perdamaian (47:35)
• Kalimat Islam sebagai dien (3:19,85)
• Tunduk

• Wahyu Ilahi (53:4, 21:7)
• Dien para Nabi dan Rasul (2:136, 3:84)
• Hukum-hukum Allah (5:48-50)
• Jalan yang lurus (6:153)
• Keselamatan dunia akhirat (16:97, 2:200, 28:77)
• Islam tinggi dan tiada kerendahan di dalamnya.

0 comments:

Post a Comment

Fans Fage

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More